-->

Iklan

Wakili Gubernur Yulius, Weldie Poli Tegaskan Komitmen Pemprov Sulut untuk Adat Minahasa

, November 29, 2025 WIB Last Updated 2025-11-30T04:55:32Z
Sulut1news.com, Minahasa - Masyarakat adat Minahasa kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah peradaban. Dewan Adat Minahasa (DAM) dan Terung Adat Minahasa (TAM) resmi dilantik dan dikukuhkan dalam upacara sakral yang berlangsung di situs keramat Watu Pinawetengan, Kecamatan Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (29/11/2025).
 
Acara yang penuh khidmat ini menjadi momentum penting bagi pelestarian dan pengembangan adat Minahasa di era modern. Reagen Heru Kaeng, SE, didaulat sebagai Ketua Dewan Adat Sementara (DAM) periode 2025-2026, sekaligus mengemban amanah sebagai Ketua Terung Adat Minahasa (TAM). Posisi strategis Sekretaris TAM dipercayakan kepada Meiyer Tanod, S.Sos.
 
Pelantikan DAM dan TAM mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut). Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemprov Sulut, Weldie Poli, SP,MA, mewakili Gubernur Yulius Selvanus yang berhalangan hadir, menyampaikan sambutan resmi.
 
"Bapak Gubernur Yulius Selvanus, Bapak Wakil Gubernur Victor Mailangkay, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan dukungan penuh terhadap pembentukan Dewan Adat Minahasa dan Terung Adat Minahasa," tegas Weldie Poli. Ia menambahkan, kedua lembaga ini diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyukseskan berbagai program di bidang adat, budaya, dan kesejahteraan masyarakat.
 
Sonny Moningka, Ketua Panitia Pelaksana yang juga dikenal sebagai Tonaas Wangko Wadah Berhimpun Kabasaran Waraney Minaesa, menyampaikan apresiasi atas kelancaran acara. Ia mengungkapkan bahwa pelantikan ini merupakan tonggak penting dalam upaya pelestarian adat Minahasa.
 
"Ide pembentukan DAM dan TAM berawal dari pemikiran dua tokoh adat, yakni Reagen Heru Kaeng, SE, dan Adri Ratumbanua (Juru Pelihara Situs Budaya Watu Pinawetengan), yang kemudian dikembangkan dan disepakati oleh para pemerakarsa hingga akhirnya dideklarasikan," jelas Moningka.
 
Untuk memperkuat kinerja organisasi, DAM didukung oleh jajaran penasehat yang terdiri dari Linekke Sjennie Watoelangkow, Wanti Waranei Franky Mamahit, Audi Malonda, dan Sonny Moningka. Sementara itu, Isak Tambani didapuk sebagai penasehat TAM.
 
Kegiatan bersejarah ini turut dihadiri oleh perwakilan Forkopimda dan tokoh masyarakat, di antaranya Komandan Kodim 1302/Minahasa Letkol Inf Bonaventura Ageng Fajar Santoso dan Camat Tompaso Jimmy Polii, ST. Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran Komunitas Adat, Pimpinan LSM/Ormas Adat Minahasa, serta masyarakat umum dari tujuh wilayah Adat Minahasa Raya.
 
Kehadiran Tumpukan Kawasaran Waraney Minaesa pimpinan Sarian Marthen Keles semakin menambah kesakralan pelantikan Dewan Adat pertama di era Minahasa Modern ini.
 ELVIS 
Komentar

Tampilkan

Terkini