Pertumbuhan Pinjaman Online Tetap Sigifikan di Tengah Perlambatan Sektor Multifinance

Sulut1news.com, Makassar, 4 Agustus 2025 –  Sektor pinjaman online (pinjol) di Indonesia menunjukkan ketahanan yang mengesankan di tengah perlambatan ekonomi.  Meskipun pertumbuhannya mengalami penurunan,  pinjol tetap mencatatkan kinerja positif, jauh melampaui pertumbuhan industri pembiayaan multifinance secara keseluruhan.  Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Juni 2025 menunjukkan pembiayaan pinjol tumbuh sebesar 25,06%, dengan nilai outstanding mencapai Rp 83,52 triliun.  Angka ini, meskipun lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya,  masih jauh di atas pertumbuhan industri multifinance yang hanya mencapai 1,96% (outstanding Rp 501,83 triliun).  Perlambatan pertumbuhan multifinance ini terbilang signifikan jika dibandingkan dengan pertumbuhan dua digit yang dicapai tahun lalu.
 
Dewan Komisioner OJK pengawas lembaga pembiayaan, Agusman, menjelaskan bahwa pertumbuhan pinjol yang masih tinggi ini menunjukkan daya tahan sektor ini terhadap kondisi ekonomi terkini.  Ia menambahkan bahwa  perbaikan tingkat kredit macet (TWP90) juga menjadi indikator positif.  "Tingkat TWP90 berada di level 2,85% per Juni 2025, turun dari 3,19% pada Mei," ungkap Agusman dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK, Senin (4/8/2025).  Penurunan TWP90 ini menunjukkan upaya pengelolaan risiko yang efektif oleh para pelaku usaha pinjol.
 
Meskipun demikian, OJK tetap menekankan pentingnya pengawasan yang ketat terhadap sektor pinjol untuk memastikan perlindungan konsumen dan stabilitas sistem keuangan.  Pertumbuhan yang signifikan ini perlu diimbangi dengan langkah-langkah preventif untuk mencegah potensi risiko di masa mendatang.  OJK akan terus memantau perkembangan sektor ini dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan konsumen.
Redaksi Sulut1News 

Posting Komentar

0 Komentar