Sulut1news.com, Manado — Harapan masyarakat Sulawesi Utara untuk menjadi tuan rumah perayaan Natal Nasional 2025 tampaknya harus pupus. Meski sebelumnya Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk Manado sebagai lokasi pelaksanaan ibadah akbar tersebut, informasi terbaru menunjukkan bahwa acara tersebut akan dipusatkan di Jakarta.
Hingga Rabu (12/11), belum ada pengumuman resmi dari pemerintah pusat terkait perubahan tersebut. Namun, sejumlah sinyal kuat mulai muncul, termasuk unggahan Ketua Panitia Natal Nasional 2025 Maruarar Sirait di akun Instagram pribadinya pada 2 November 2025, yang menyebutkan rencana pelaksanaan acara di Jakarta.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Tahlis Gallang, ketika dikonfirmasi, mengaku belum menerima surat resmi mengenai pembatalan.
“Informasi resmi terkait pengunduran diri Manado sebagai tuan rumah belum kami terima,” ujar Tahlis, Rabu siang.
Padahal, dalam rapat paripurna DPRD Sulut pada 27 Oktober 2025, Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus telah menyatakan kesiapan penuh Sulawesi Utara menjadi tuan rumah. Persiapan bahkan disebut akan melibatkan seluruh kabupaten/kota, dengan dukungan gereja-gereja dan masyarakat lintas denominasi.
Namun situasi berubah setelah pertemuan di Jakarta pada 1 November 2025, yang dihadiri sejumlah panitia pusat. Dari pertemuan itu, mengemuka keputusan untuk memindahkan lokasi perayaan ke Ibu Kota, dengan lokasi yang disebut-sebut akan berada di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).
Dalam video yang beredar, Bendahara Panitia Natal Nasional 2025 Simon Aloysius Mantiri juga mengumumkan bahwa ibadah dan perayaan Natal Nasional akan digelar pada Senin, 5 Januari 2026, mulai pukul 17.00 WITA (16.00 WIB), di kawasan Jakarta.
Perubahan ini tentu menimbulkan beragam reaksi di masyarakat Sulawesi Utara. Banyak pihak menyayangkan keputusan tersebut, mengingat Manado dikenal sebagai salah satu daerah dengan kerukunan antarumat beragama terbaik di Indonesia, serta memiliki sejarah panjang dalam penyelenggaraan acara keagamaan berskala nasional.
Meski demikian, pemerintah daerah masih berharap ada kejelasan resmi dari panitia nasional maupun pemerintah pusat.
“Kami tetap menunggu kepastian. Jika benar dipindahkan, kami tentu menghormati keputusan tersebut,” tambah Tahlis Gallang.
Sementara itu, berbagai kalangan di Sulawesi Utara berharap agar semangat Natal tetap dirayakan dengan penuh sukacita, di mana pun pelaksanaannya.
“Natal bukan hanya soal tempat, tapi tentang makna persaudaraan dan damai sejahtera,” ujar seorang tokoh gereja di Manado.
Dengan demikian, kepastian Manado batal menjadi tuan rumah Natal Nasional 2025 kini semakin kuat, sembari masyarakat menantikan pengumuman resmi dari panitia dan pemerintah pusat dalam waktu dekat.
(ELVIS)